Teori di atas setengah benar menurut gw,, (sok tau dikit nh). Sebenarnya, pencegahan hanya efektif bila pihak “musuh” menggunakan PC/harddisk yang berformat NTFS juga, tetapi tidak berpengaruh nyata (significant) untuk PC yang berformat FAT.
..Phraq-Tech..Tools yang musti dilengkapi :
.o1. Terkoneksi dengan PC lain via jaringan LAN, Bluetooth, atau WirelessLan (WLAN)..o2. Memiliki hardisk atau Disk Memori (USB) berformat FAT (/32).
.o3. Folder, data, atau file di PC target harus “open share”.
Bagi anda yang hardisknya tidak atau belum terpartisi format FAT, silahkan bikin partisi tambahan dengan format FAT atau FAT32. Tool yang bisa digunakan a.l: partition magic, norton partition, etc. Untuk me-check apakah status format file system hardisk NTFS atau FAT32, sorot salah satu drive, misalnya drive H:\, klik kanan, selanjutnya sorot dan klik menu “Properties”. Pada Gambar 1 terlihat status “File system” untuk drive H:\ milik kangtatantakwa adalah FAT32.

Setelah kita mendapatkan folder yang di-share via network, selanjutnya lakukan drag-&-drop (copy-paste) file dari PC target ke PC kita.
Pada Gambar 3 merupakan kondisi penolakan oleh PC target pada saat melakukan drag-&-drop (copy-paste) file dari PC target ke PC kangtatantakwa. Penolakan atau proteksi ini terjadi karena: (1) pemilik PC target memasang/mengaktifkan secara default (Windows Security Alert) firewall plus antivirus yang ada di controll panel; (2) pada saat melakukan modus operandi, kangtatantakwa masih menggunakan drive yang status file system-nya NTFS.
Catatan :
Pada file system FAT /32 informasi atau pesan 'KAVICHS' tidak bekerja dengan baik, dan cenderung tidak aktif (inactive).
Catatan :
File target tidak cuma bisa di-copy saja, tapi bisa di-move bahkan di-delete.selamat mencoba deh,, good luck aja


Tidak ada komentar:
Posting Komentar